SUBANG, pesanjabar.com –Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Subang sukses menggelar agenda akbar bertaraf nasional berupa Training Raya Tingkat Nasional Intermediate Training (Latihan Kader 2) dan Latihan Khusus Kohati. Kegiatan strategis dalam pengkaderan ini berlangsung selama enam hari, terhitung sejak tanggal 5 hingga 11 Februari 2026.
Dengan mengusung tema “HMI sebagai Pilar Keumatan dan Kebangsaan Menyongsong Indonesia Emas 2045”, kegiatan ini dipusatkan di Kantor Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA/BRIN) Subang. Training Raya tersebut berhasil menarik antusiasme yang tinggi dari seluruh penjuru Nusantara, yang dibuktikan dengan keikutsertaan 47 peserta yang berasal dari berbagai wilayah di Indonesia.
Rangkaian panjang kegiatan pengkaderan ini resmi ditutup pada Rabu malam, 11 Februari 2026, dalam sebuah upacara closing ceremony yang khidmat dan penuh semangat keorganisasian. Acara penutupan yang berlangsung di Gedung BRIN Subang ini turut dihadiri oleh jajaran Pengurus Besar HMI (PB HMI), Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Subang, jajaran keluarga besar Korps Alumni HMI (KAHMI), serta para tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Ketua Umum HMI Cabang Subang, Annas Ahmad Laduni, menegaskan bahwa tema yang diangkat bukan sekadar slogan belaka, melainkan sebuah komitmen nyata organisasi. Ia menyampaikan bahwa HMI bertekad untuk terus mempersiapkan generasi pemimpin yang tidak hanya cerdas secara intelektual, namun juga mampu menjadi solusi atas persoalan keumatan dan kebangsaan.
“Tema ini adalah komitmen kita bersama untuk memastikan bahwa kader-kader HMI adalah generasi solutif. Generasi yang kelak akan memimpin Indonesia di masa keemasan 2045 dengan berlandaskan nilai-nilai keislaman dan kebangsaan,” ujar Annas di hadapan para peserta dan tamu undangan.
Selama enam hari pelaksanaan, para peserta tidak hanya mendapatkan materi pengkaderan inti, tetapi juga diperkaya dengan wawasan dari para narasumber tingkat nasional. Berbagai sektor kepakaran dan disiplin ilmu hadir mewarnai diskusi, mulai dari akademisi, praktisi, tokoh masyarakat, hingga pakar kebijakan publik. Hal ini dilakukan untuk membekali para kader agar memiliki cara pandang yang komprehensif dalam membaca tantangan zaman menuju satu abad kemerdekaan Indonesia.
Kesuksesan penyelenggaraan Training Raya ini menjadi bukti nyata bahwa HMI Cabang Subang mampu menjadi episentrum pengkaderan yang berkualitas, sekaligus mengokohkan peran HMI sebagai rumah peradaban bagi lahirnya kader-kader pemimpin bangsa. (**)












