Sesi dilanjutkan dengan paparan dari Ketua PHRI Kabupaten Subang, Hj. Ratna Setiawan. Dengan segudang pengalaman di sektor hospitalitas, ia memberikan gambaran nyata tentang peluang dan tantangan pengembangan ekonomi kreatif dan pariwisata daerah. Ratna menekankan bahwa kemampuan beradaptasi dan inovasi dalam layanan menjadi kunci di tengah persaingan global.
“Talenta masa depan di bidang entrepreneurship harus mampu membaca tren, memaksimalkan digitalisasi, dan yang terpenting, membangun jaringan (networking) yang kuat. Sinergi antara pelaku usaha muda dengan asosiasi seperti PHRI dapat memperkuat posisi Subang sebagai destinasi yang kompetitif,” jelasnya.
Diskusi berlangsung interaktif, dengan peserta antusias menanyakan berbagai hal mulai dari strategi membangun startup, akses permodalan, hingga cara mem-branding produk lokal agar go digital dan go global.

Kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang transfer ilmu, tetapi juga menjadi pemantik awal bagi terciptanya kolaborasi konkret antara talenta muda, dunia usaha, dan pemerintah daerah. Sinergi tersebut diyakini akan menjadi pondasi kokoh untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi Subang yang inklusif dan berkelanjutan. (**)






