Hari Sejuta Pohon Nasional 10 Januari 2026: Menjaga Alam, Menjaga Masa Depan Subang

“Di Subang, hutan, sungai, dan pesisir adalah warisan bersama; menjaganya berarti menjaga masa depan generasi.” (Cece Rahman, Pegiat Lingkungan Subang)

Pertama, konsolidasi komunitas dan pegiat lingkungan di Kabupaten Subang menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan. Tercatat terdapat 53 komunitas lingkungan, 39 sekolah, serta sejumlah perusahaan swasta dan BUMN/BUMD yang aktif melakukan kegiatan kebersihan, penanaman pohon, pengelolaan sampah rumah tangga, perlindungan satwa liar dilindungi, hingga pelestarian adat dan budaya yang berkaitan dengan perlindungan hutan dan kawasan lindung. Aktivitas-aktivitas tersebut menunjukkan meningkatnya kesadaran kolektif terhadap pentingnya menjaga lingkungan hidup.

Kedua, upaya advokasi kebijakan lingkungan mulai terlihat melalui berbagai dinamika, seperti audiensi, unjuk rasa, hingga aksi nyata di lapangan. Advokasi ini bertujuan meluruskan praktik-praktik usaha yang berpotensi atau telah menimbulkan pencemaran lingkungan, baik tanah, air, maupun udara. Menariknya, kesadaran masyarakat terhadap isu lingkungan semakin meningkat, terutama setelah munculnya berbagai bencana ekologis yang disebabkan oleh buruknya pengelolaan lingkungan. Hal ini menjadi bukti bahwa masyarakat kian melek lingkungan dan tidak lagi bersikap pasif.

Ketiga, berbagai upaya perbaikan lingkungan dilakukan secara kolaboratif oleh pemerintah, dunia usaha, sekolah dan perguruan tinggi, komunitas, serta masyarakat umum. Bentuk nyata dari upaya ini antara lain penanaman pohon di lahan kering dan lahan basah, kegiatan kebersihan di bahu jalan, sempadan dan badan sungai, muara, serta kawasan pantai. Selain itu, pemilahan sampah, pembentukan bank sampah unit, dan pengelolaan TPS 3R juga mulai berkembang di sejumlah wilayah.

Berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Subang, tercatat sekitar 57.500 bibit pohon telah ditanam. Rinciannya, sebanyak 38.027 bibit mangrove ditanam di lahan basah, serta 19.473 bibit pohon kayu-kayuan dan buah-buahan ditanam di berbagai kawasan. Di sisi lain, kegiatan kebersihan lingkungan melalui program Jumat Bersih telah menjadi kebiasaan di kalangan ASN, masyarakat desa dan perkotaan, serta komunitas lingkungan. Meski intensitas dan cakupannya masih terbatas, upaya ini merupakan langkah nyata menuju Subang yang bersih dan lestari.

Laman: 1 2 3

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *