Gus Eko Siapkan Program Kesejahteraan dan Transformasi Digital PWI Subang

SAE/PESANJABAR
Gus Eko menyampaikan rencana program kerja PWI Kabupaten Subang periode 2026–2029 saat ditemui di Warung Nasi Timbel Pojok Persikas, Kabupaten Subang, Kamis (15/10/2026)

Tingkatkan Kompetensi dan Kemampuan Digital

Selain kesejahteraan, peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi bagian penting dalam agenda kepengurusan PWI Kabupaten Subang periode 2026–2029.

Gus Eko merencanakan program peningkatan kompetensi melalui fasilitasi UKW dengan dukungan PWI Pusat, PWI Jawa Barat, serta mitra terkait. Pelaksanaan program tersebut diupayakan melalui skema gratis atau bersubsidi agar lebih banyak wartawan memiliki kesempatan mengikuti sertifikasi kompetensi.

Peningkatan kapasitas juga akan dilakukan melalui pelatihan jurnalistik berkelanjutan, terutama dalam menghadapi perkembangan teknologi dan perubahan pola konsumsi informasi masyarakat.

Pada tahun kedua kepengurusan, PWI Subang direncanakan menggelar pelatihan jurnalisme data, pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) di ruang redaksi, serta produksi konten multimedia.

Pelatihan jurnalisme data diharapkan membantu wartawan mengolah dan menyajikan informasi berbasis data secara akurat. Sementara itu, pemanfaatan AI dan penguasaan multimedia diarahkan untuk mendukung proses kerja jurnalistik yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Meski mendorong pemanfaatan teknologi, penguatan profesionalisme dan integritas tetap menjadi landasan utama. Wartawan diharapkan mampu menggunakan perangkat digital secara bertanggung jawab tanpa mengabaikan akurasi, verifikasi, dan kode etik jurnalistik.

Gus Eko juga menekankan pentingnya menjaga independensi pers di tengah upaya membangun kemitraan dengan berbagai pihak.

“PWI harus mampu menjadi mitra kritis dan solutif bagi pemerintah daerah tanpa meninggalkan independensi pers. Kami ingin membangun sinergi dengan pemerintah, BUMD, dan sektor swasta, tetapi wartawan tetap harus bekerja secara profesional dan berpegang pada kode etik jurnalistik,” ujarnya.

Melalui pendekatan tersebut, PWI Subang diharapkan dapat membangun hubungan yang konstruktif dengan pemerintah daerah, badan usaha milik daerah (BUMD), dan sektor swasta tanpa mengurangi peran pers sebagai penyampai informasi kepada masyarakat.

PWI Sahabat Desa untuk Promosikan Potensi Lokal

Program lain yang disiapkan Gus Eko adalah PWI Sahabat Desa. Program ini direncanakan mulai dikembangkan pada tahun kedua kepengurusan, yakni 2027–2028, dengan fokus pada peningkatan literasi digital dan promosi potensi desa di Kabupaten Subang.

Melalui program tersebut, wartawan diharapkan dapat berkontribusi dalam memperkenalkan berbagai potensi lokal, mulai dari destinasi wisata, produk unggulan desa, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Publikasi melalui media massa dan platform digital diharapkan dapat memperluas jangkauan informasi mengenai potensi ekonomi desa. Dengan demikian, produk lokal dan destinasi wisata yang belum banyak dikenal masyarakat berpeluang memperoleh perhatian lebih luas.

Selain mempromosikan potensi daerah, program ini juga dirancang untuk membantu masyarakat desa memahami pemanfaatan media digital dalam penyebaran informasi.

“Kami juga merencanakan program penguatan jurnalisme digital dan PWI Sahabat Desa agar wartawan dapat berkontribusi dalam menyebarluaskan informasi yang akurat sekaligus mengangkat potensi daerah,” ungkap Gus Eko.

Program PWI Sahabat Desa menjadi salah satu upaya untuk memperluas peran organisasi kewartawanan dalam pembangunan daerah. Wartawan tidak hanya bertugas menyampaikan informasi, tetapi juga dapat membantu memperkenalkan potensi masyarakat melalui pemberitaan yang akurat, berimbang, dan tetap independen.

Di sisi lain, keterbukaan informasi publik juga menjadi perhatian dalam visi kepemimpinan Gus Eko. Akses informasi yang memadai dinilai penting untuk mendukung pelaksanaan tugas jurnalistik sekaligus membantu masyarakat memperoleh informasi yang benar.

Laman: 1 2 3

Exit mobile version