Menurutnya, korban sehari-hari berjualan kue di kios sederhana yang berada di area KONI Manado, lokasi yang terdampak langsung oleh gempa.
Ia juga menyebut terakhir kali bertemu korban tiga hari sebelum kejadian. Saat itu, korban sempat meminta dirinya untuk pulang ke rumah, namun belum sempat dipenuhi karena kesibukan pekerjaan.
Pihak keluarga menerima peristiwa ini sebagai musibah bencana alam. Meski demikian, mereka berharap proses penanganan jenazah dapat berjalan dengan baik oleh pihak terkait.
Keluarga pun berencana segera memakamkan korban pada keesokan hari, mengingat kondisi jenazah yang tidak memungkinkan untuk disemayamkan lebih lama. (**)








