SUBANG.pesanjuabar.com – Program Keluarga Berencana (KB) dengan metode vasektomi di wilayah Pantura Subang, terutama Kecamatan Ciasem, mendapat respons sangat positif dari masyarakat. Puluhan hingga ratusan pria, baik usia muda maupun lanjut usia, berpartisipasi dalam kegiatan yang diselenggarakan Dinas Pengendalian Penduduk KB Pemberdayaan Perlindungan Perempuan dan Anak (DP2KBP3A) Subang (11/12), di Puskesmas Ciasem.
Sebagai bentuk dukungan, peserta program menerima insentif uang saku sebesar Rp500.000. Hingga tiga tahap pelaksanaan, tercatat sebanyak 140 pria telah menjalani prosedur vasektomi tersebut.
Kepala Dinas Pengendalian Penduduk KB Pemberdayaan Perlindungan Perempuan dan Anak (DP2KBP3A) Subang, Dr. Drs. H. Yayat Sudrajat, M.Si., MM, ketika dikonfirmasi pesanjabar.com menyampaikan, turut mengapresiasi tingginya partisipasi warga dalam program vasektomi tersebut. Ia menyebut antusiasme masyarakat yang mencapai 140 peserta dalam tiga tahap, hal ini sebagai bukti meningkatnya kesadaran tentang pentingnya perencanaan keluarga.
“Tingginya jumlah peserta menunjukkan bahwa masyarakat makin memahami manfaat KB bagi kesejahteraan keluarga. Vasektomi adalah metode yang aman, efektif, dan tidak mengganggu aktivitas sehari-hari,” ujarnya singkat.
Latar Belakang Program
Tingginya minat masyarakat tidak terlepas dari ajakan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), yang mendorong penerima bantuan sosial untuk ikut serta dalam program KB vasektomi. Tujuannya adalah menciptakan keluarga yang lebih sejahtera melalui konsep “dua anak berkualitas”.
Motivasi Para Peserta
Banyak peserta menegaskan bahwa alasan mereka mengikuti vasektomi bukan sekadar karena insentif, tetapi juga demi:
- Mengurangi beban ekonomi keluarga
- Menjalankan peran suami dalam program KB












