Ia mengingatkan bahwa HIV/AIDS dapat dialami siapa saja dan tidak selalu terkait perilaku berisiko. Kurangnya pengetahuan dan adanya stigma justru sering memperburuk kondisi. “Mengatasi HIV/AIDS bukan hanya tentang pengobatan, melainkan bagaimana kita membangun cara pandang dan sikap yang tepat,” tambahnya.
Bupati menegaskan bahwa Peringatan Hari AIDS Sedunia harus menjadi kesempatan untuk menyapa dan mendengarkan mereka yang kerap terpinggirkan akibat stigma. “Saya ingin menyampaikan kepada masyarakat yang hidup dengan HIV/AIDS, para penggiat, serta komunitas, bahwa kalian tidak sendirian. Kita harus meningkatkan empati dan memastikan tidak ada warga Sumedang yang merasa terasing karena kondisi kesehatannya,” tegasnya.
Ia mengajak seluruh masyarakat menjadikan peringatan ini sebagai refleksi bersama agar dapat berkontribusi dalam solusi, terutama dengan mengubah cara pandang terhadap HIV/AIDS. “Pemerintah akan terus hadir. Saat ini, 35 puskesmas bersama rumah sakit daerah sudah siap memberikan layanan tes HIV/AIDS,” tutupnya. (****)









