Selain itu, BKN juga menerapkan sistem e-kinerja harian bagi seluruh pegawai. Melalui sistem ini, setiap pegawai wajib melaporkan aktivitas kerja setiap hari, sehingga kinerja dapat dipantau secara transparan dan terukur. Tercatat, sebanyak 3.400 pegawai BKN di seluruh Indonesia telah menggunakan sistem tersebut.
Zudan menambahkan bahwa model kerja ini dapat menjadi contoh (best practice) bagi instansi pemerintah maupun sektor swasta yang ingin mengadopsi pola kerja serupa.
Di sisi lain, pemerintah juga tengah mendorong kebijakan kerja fleksibel sebagai bagian dari strategi efisiensi energi. Airlangga Hartarto menyebutkan bahwa penerapan Work From Home (WFH) berpotensi menghemat konsumsi bahan bakar minyak (BBM) hingga sekitar 20 persen dari penggunaan harian.
Kebijakan ini menjadi semakin relevan di tengah kenaikan harga minyak dunia akibat terganggunya pasokan global, termasuk dampak konflik antara Iran dan Amerika Serikat.
Sebelumnya, pemerintah juga telah mengimbau penerapan WFA bagi ASN dan pekerja swasta selama periode Lebaran 2026 guna mengurangi mobilitas dan mendukung efisiensi energi nasional.
Dengan berbagai manfaat yang dirasakan, penerapan sistem kerja fleksibel seperti WFA dan WFH dinilai menjadi salah satu solusi adaptif dalam meningkatkan kinerja sekaligus menekan biaya di era digital saat ini. (**)












