3. Investasi pada Infrastruktur Hijau dan Biru: Alihkan sebagian anggaran dari pembangunan konvensional ke infrastruktur hijau (seperti biopori dan rain garden) dan biru (seperti kolam retensi dan waduk kecil) yang berkelanjutan.
4. Transparansi Data dan Peringatan Dini Partisipatif : Data dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) dan instansi terkait harus terbuka untuk publik dan diintegrasikan ke dalam sistem peringatan dini berbasis masyarakat.
Pernyataan Sikap Ketua Umum HMI Cabang Subang
Annas Ahmad Laduni menegaskan, “Banjir ini adalah buah dari *pengabaian sistematis* terhadap ‘jalan air’. Membenahi jalan yang terendam hanya solusi sementara. Masa depan Subang tergantung pada keberanian kita memulihkan sungai sebagai tulang punggung ekologi. HMI siap menjadi bagian dari solusi, mengawal tata kelola air yang berkeadilan dan berkelanjutan.”
Kami mengajak seluruh elemen masyarakat, akademisi, dan media untuk bersama-sama mengawal agenda perbaikan tata kelola air di Kabupaten Subang. Keselamatan dan kesejahteraan rakyat harus menjadi prioritas tertinggi. (**)












