Tak hanya menjadi ajang hiburan, festival ini juga berperan sebagai penggerak ekonomi kreatif melalui kolaborasi pelaku usaha, komunitas, dan masyarakat. Dampaknya dirasakan langsung oleh warga, terutama para pelaku UMKM yang mendapat ruang promosi dan interaksi dengan publik.
Asia Afrika Festival 2025 menegaskan posisi Bandung sebagai kota terbuka, ramah, dan berkelanjutan, yang terus menghidupkan semangat solidaritas Asia–Afrika. Melalui perpaduan karya, musik, kuliner, dan tari, festival ini mengajak masyarakat untuk merayakan perbedaan sebagai kekuatan dan menjaga warisan sejarah yang telah menyatukan bangsa-bangsa Asia dan Afrika.
Salah satu pengunjung, Nabila (24), mengungkapkan kegembiraannya, “Acaranya meriah dan menyenangkan. Banyak stan UMKM dengan beragam kuliner dan produk lokal. Semoga tahun depan lebih ramai lagi dan semakin banyak warga Bandung yang ikut menikmati.” (****)












