SUBANG.Pesanjabar.com – Pemerintah Kabupaten Subang berencana menyiapkan program 2.000 kredit usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) tanpa bunga dan tanpa agunan pada 2027. Program tersebut ditujukan bagi masyarakat yang ingin memulai maupun mengembangkan usaha, tetapi terkendala keterbatasan modal. Rencana tersebut disampaikan Bupati Subang Reynaldy Putra Andita Budi Raemi saat menghadiri kegiatan senam massal dalam rangka puncak peringatan HUT ke-62 Partai Golkar di Alun-Alun Kabupaten Subang, Minggu (1/11/2026).
Reynaldy mengatakan, program pembiayaan UMKM tersebut merupakan bagian dari janji politik yang ingin direalisasikan pada tahun mendatang. Melalui program ini, pemerintah daerah berupaya membuka akses permodalan bagi masyarakat yang memiliki keinginan untuk menjalankan usaha.
“Insyaallah, tahun depan saya akan merancang program kredit UMKM sesuai janji politik saya waktu itu, yakni 2.000 kredit tanpa bunga dan tanpa agunan bagi masyarakat yang mau berusaha,” ujar Reynaldy.
Ia menjelaskan, program tersebut dirancang untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam memperoleh modal usaha. Salah satu tujuan yang ingin dicapai adalah menghadirkan alternatif pembiayaan bagi warga agar tidak bergantung pada praktik pinjaman yang dikenal dengan istilah Bank Emok.
Untuk merealisasikan rencana tersebut, Pemerintah Kabupaten Subang akan menjalin kerja sama dengan Bank BJB. Melalui kolaborasi itu, masyarakat diharapkan dapat memperoleh fasilitas pembiayaan dengan skema yang lebih ringan.
“Untuk menghilangkan Bank Emok, kita mengeluarkan program ini. Nanti kita kerja sama dengan Bank BJB,” katanya.
Terkait besaran pembiayaan, Reynaldy menyebut setiap penerima direncanakan memperoleh kredit sebesar Rp5 juta. Penyalurannya akan dilakukan melalui kelompok, sehingga skema pembiayaan tersebut memiliki pola yang menyerupai pinjaman kelompok yang selama ini dikenal masyarakat.
Namun, terdapat perbedaan pada ketentuan pembiayaannya. Kredit yang direncanakan pemerintah daerah tersebut tidak dikenakan bunga dan tidak mensyaratkan agunan.
“Kreditnya Rp5 juta per orang, nanti per kelompok. Sebetulnya seperti Bank Emok, tapi tanpa bunga, tanpa agunan. Tenornya juga lebih panjang,” ungkapnya.













