Subang, Pesanjabar.com — Suasana khidmat menyelimuti pelaksanaan Sholat Idul Fitri yang digelar Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Pagaden. Di tengah gema takbir yang menggetarkan hati, jamaah tidak hanya merasakan kebahagiaan hari kemenangan, tetapi juga diajak merenungi penderitaan saudara-saudara Muslim di Gaza.
Dalam khutbahnya, khotib menyampaikan bahwa di saat umat Islam di berbagai tempat dapat melaksanakan sholat Id dengan tenang, kondisi berbeda dialami oleh masyarakat di Gaza. Dentuman bom dan suara ledakan masih menjadi bagian dari keseharian mereka, bahkan di momen yang seharusnya penuh kedamaian.
“Saudara-saudara kita di Gaza saat ini juga melaksanakan sholat Id. Namun di tengah ancaman dan suara bom yang masih terdengar, mereka tetap berdiri mengumandangkan takbir dengan penuh keimanan,” ungkapnya di hadapan jamaah.
Pesan tersebut menghadirkan suasana hening di tengah lapangan, menggugah empati dan kesadaran bahwa Idul Fitri bukan sekadar perayaan, melainkan momentum untuk memperkuat rasa kemanusiaan dan kepedulian.
Selain itu, khotib juga menyinggung adanya perbedaan dalam pelaksanaan Sholat Id di tengah masyarakat. Ia mengingatkan bahwa perbedaan tersebut seharusnya tidak menjadi sumber perpecahan, melainkan disikapi dengan kedewasaan dan saling menghormati.
“Walaupun ada perbedaan dalam pelaksanaan sholat Id, itu adalah bagian dari dinamika umat. Jangan sampai perbedaan membuat kita terpecah, justru harus memperkuat persatuan,” tegasnya.
Momentum Idul Fitri, lanjutnya, menjadi kesempatan bagi umat Islam untuk kembali kepada fitrah, mempererat ukhuwah Islamiyah, serta menumbuhkan solidaritas terhadap sesama, terutama bagi mereka yang sedang tertimpa musibah.
Pelaksanaan Sholat Id di PCM Pagaden tahun ini tidak hanya menjadi ajang ibadah, tetapi juga sarana refleksi bersama. Di akhir kegiatan, jamaah memanjatkan doa khusus untuk keselamatan dan kedamaian umat Islam di seluruh dunia, khususnya bagi masyarakat Gaza agar segera terbebas dari penderitaan dan diberikan kekuatan.
Di tengah suasana bahagia Idul Fitri, pesan kemanusiaan yang disampaikan menjadi pengingat kuat bahwa kebahagiaan sejati juga terletak pada kepedulian terhadap sesama.(**)






