MAJALENGKA.pesanjabar.com – Universitas Sindang Kasih (USK) Majalengka menyelenggarakan Studium General dengan tema “Penguatan Kapasitas Dosen dan Tenaga Kependidikan dalam Tata Kelola Perguruan Tinggi yang Inovatif dan Responsif” pada Senin (9/2/2026) di Auditorium USK Majalengka.
Acara ini menghadirkan Dr. Solehudin, MM., Kasubbag Pimpinan Kementerian Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi Republik Indonesia, sebagai narasumber. Dalam paparannya, Dr. Solehudin menekankan pentingnya inovasi dalam pengelolaan perguruan tinggi. “Perguruan tinggi yang adaptif dan inovatif mampu menjawab dinamika kebutuhan pendidikan serta tantangan global. Dosen dan tenaga kependidikan memegang peran strategis dalam mewujudkan sistem manajemen akademik yang responsif, efisien, dan berbasis kualitas,” jelasnya.
Ia juga menekankan perlunya kolaborasi lintas unit di perguruan tinggi untuk memperkuat tata kelola, termasuk pemanfaatan teknologi informasi dan praktik manajemen yang transparan. “Kolaborasi internal dan pemanfaatan teknologi akan mempercepat proses pengambilan keputusan, meningkatkan layanan akademik, dan menjaga kredibilitas institusi di mata publik,” tambahnya.
Rektor USK Majalengka, Prof. Dr. H. Cecep Sumarna, M.Ag., menyambut baik penyelenggaraan kegiatan ini. Menurutnya, Studium General merupakan momentum strategis untuk meningkatkan kompetensi SDM akademik di USK. “Kegiatan ini menjadi sarana penting bagi dosen dan tenaga kependidikan untuk memperluas wawasan, mempelajari praktik terbaik, dan menerapkan inovasi dalam tata kelola perguruan tinggi. Dengan kapasitas yang meningkat, kami berharap kualitas pendidikan dan layanan akademik di USK semakin responsif terhadap perkembangan zaman,” ujarnya.
Kegiatan yang dihadiri seluruh dosen, tenaga kependidikan, dan pimpinan unit di USK Majalengka ini berlangsung interaktif, dengan sesi tanya jawab yang aktif dan diskusi terkait strategi inovatif dalam pengelolaan akademik dan administrasi kampus.
Melalui Studium General ini, USK Majalengka menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kapasitas SDM akademik, mendorong inovasi dalam tata kelola, serta memperkuat kualitas pendidikan tinggi yang adaptif, efisien, dan responsif terhadap kebutuhan mahasiswa maupun masyarakat. (****)










