JAKARTA.pesanjabar.com – Haul ke – 16 Presiden ke – 4 Republik Indonesia, Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, (20/12) digelar dengan mengusung tema “Dari Rakyat, Oleh Rakyat, Untuk Rakyat” sebagai cerminan keprihatinan atas kian terbatasnya ruang partisipasi publik dalam proses perumusan kebijakan.
Ketua Panitia Haul ke-16 Gus Dur, Alissa Wahid, menilai kondisi demokrasi saat ini menunjukkan kecenderungan berkurangnya keterlibatan rakyat. Ia menyampaikan bahwa suara kritis warga kerap menghadapi tekanan, sementara sebagian elit politik dinilai belum sepenuhnya responsif terhadap aspirasi publik.
Menurut Alissa, hakikat demokrasi menuntut keterlibatan aktif rakyat baik dalam penyusunan maupun pelaksanaan kebijakan. Prinsip “dari rakyat, oleh rakyat, untuk rakyat” harus kembali ditegakkan sebagai fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara.










