SUBANG.pesanjabar.com – Pemerintah Kabupaten Sumedang tengah menjajaki kemitraan strategis dengan PT Elevasi Agro Indonesia (Elevarm) guna mengembangkan budidaya Ubi Cilembu secara modern dan berorientasi ekspor. Pembahasan rencana kerja sama tersebut dilakukan di Ruang Rapat Wakil Bupati, Pusat Pemerintahan Sumedang, pada Kamis (27/11/2025).
Perwakilan PT Elevarm, Bayu, menyampaikan bahwa potensi Ubi Cilembu di pasar global sangat besar. “Permintaan ubi dunia mencapai 38 miliar dolar AS pada 2023 dan diproyeksikan melonjak menjadi 60 miliar dolar pada 2030. Ubi Cilembu memiliki ciri khas yang tidak dapat direplikasi oleh daerah lain,” ungkapnya.
Saat ini, produksi petani baru berada pada kisaran 15–20 ton per hektare, dan hanya sekitar 25–30 persen yang memenuhi standar ekspor. Selebihnya dijual dengan harga lebih rendah. Kondisi ini dipengaruhi oleh kualitas benih yang kurang optimal, penurunan kesuburan tanah, serta minimnya inovasi dalam praktik budidaya.
Keunikan “ubi madu” Ubi Cilembu hanya dapat muncul dari karakteristik tanah Sumedang. Bayu menekankan perlunya intervensi menyeluruh dari hulu hingga hilir agar kualitas khas tersebut tetap terjaga. PT Elevarm menawarkan konsep Transformasi Ekosistem Agro-Food Ubi Cilembu melalui pendekatan pentahelix yang melibatkan pemerintah, akademisi, petani, sektor swasta, dan komunitas. Program ini mencakup penyediaan benih unggul bebas virus, pendampingan budidaya modern, penguatan pascapanen, hingga pengembangan industri olahan berstandar ekspor.












