Saat ini, Kabupaten Sumedang telah memiliki ratusan SPPG yang siap beroperasi, baik di wilayah perkotaan maupun daerah terpencil. Program tersebut juga memberikan dampak ekonomi signifikan dengan menyerap sekitar 6.900 tenaga kerja serta menghasilkan perputaran ekonomi hingga ratusan miliar rupiah setiap bulan.
Untuk mendukung transparansi, pemerintah daerah juga meluncurkan inovasi digital berupa Sistem Informasi Makan Bergizi Gratis (SIMBG). Sistem ini memungkinkan masyarakat memantau kualitas menu, kandungan gizi, hingga distribusi makanan, sekaligus mendorong persaingan sehat antar penyedia layanan.
Selain itu, inovasi lain seperti “Rantang Simpati” juga dihadirkan guna menjangkau kelompok rentan, khususnya lansia, agar turut merasakan manfaat program.
Meski demikian, masih terdapat sejumlah tantangan, di antaranya pemanfaatan pangan lokal, kestabilan produksi pertanian, serta percepatan operasional fasilitas yang telah dibangun. Untuk mengatasinya, pemerintah daerah terus memperketat pengawasan melalui rapat rutin, sidak, serta pemberian sanksi bagi pelanggaran.
Sementara itu, Dadang Hendrayudha menegaskan bahwa pengawasan menjadi faktor kunci keberhasilan program MBG. Ia menekankan pentingnya menjaga standar kualitas makanan, kebersihan, serta tata kelola yang baik tanpa kompromi.
Ia juga mendorong pemerintah daerah untuk aktif melakukan pemantauan di lapangan dan segera menindaklanjuti setiap temuan. Menurutnya, koordinasi yang kuat antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci agar program ini dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.












