Ia menegaskan bahwa kejadian di Cibago bukanlah banjir bandang, melainkan luapan sungai yang memasuki permukiman. Ia juga mengimbau agar aktivitas wisata di sekitar lokasi ditutup sementara demi keselamatan.
“Keselamatan adalah yang utama. Lebih baik menutup sementara objek wisata sampai cuaca membaik,” katanya.
Pada kesempatan tersebut, Kang Rey menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama Kabupaten Subang akan memperketat aktivitas penambangan khususnya di wilayah selatan.
“Kita harus mengantisipasi agar kejadian serupa tidak terjadi seperti di daerah lain,” imbuhnya.
Ia juga mendukung pembentukan Desa Tangguh Bencana melalui kerja sama BPBD, karena kehadiran relawan desa sangat membantu dalam percepatan laporan dan respons awal bencana.
“Relawan sangat dibutuhkan untuk mempercepat laporan dan penanganan,” jelasnya.
Menutup kegiatan peninjauan, Kang Rey menginstruksikan seluruh Kepala Desa dan Camat di daerah rawan bencana untuk tetap siaga.
“Menjelang akhir tahun jangan bepergian dulu, harus standby. Saya sendiri siaga 1×24 jam,” tandasnya.
Turut hadir pada peninjauan tersebut: Asisten Daerah Bidang II Provinsi Jawa Barat, Kapolres Subang, BPBD Subang, dan jajaran Forkopimcam Kecamatan Cisalak.












