Dalam amanatnya, Bupati Abdusy Syakur Amin menegaskan bahwa peringatan HJG bukan sekadar seremoni, melainkan wujud rasa syukur atas berbagai capaian daerah. Ia juga mengakui masih adanya tantangan pembangunan, terutama dalam mengurangi kesenjangan di sektor ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur.
Momentum HJG ke-213, lanjutnya, menjadi sarana menguatkan visi “Garut Hebat dan Berkelanjutan”, yakni pembangunan yang berdaya saing, merata antarwilayah, dan tetap berlandaskan nilai-nilai tradisi.
Pemkab Garut turut menghadirkan rangkaian prosesi budaya dan sejarah, seperti “Mapag Hurip Gumiwang Cigarut” yang menelusuri asal-usul Garut, serta “Napak Darma Lingga Buana” di titik nol kilometer sebagai simbol penghormatan kepada para leluhur.
Bupati mengajak seluruh jajaran pemerintah dan masyarakat menjadikan peringatan ini sebagai momentum mempererat kebersamaan dalam membangun daerah. Upacara berlangsung khidmat dan ditutup dengan peninjauan Pameran Sejarah Garut, Gelar Pangan Murah dan Olahan, layanan cek kesehatan gratis, stan Seniman Cukur Garut, Garut Hebat, serta BJB Cabang Garut. (****)







