Dalam sambutannya, Bupati Dian Rachmat Yanuar memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh tenaga sosial yang telah menjadi “pelita” bagi masyarakat.
“Selamat ulang tahun ke-16 untuk seluruh TKSK. Kami bangga kepada para pejuang sosial yang tetap setia mengabdi meski dengan segala keterbatasan. Kalian adalah penerang di tengah arus individualisme dan hedonisme yang makin kuat,” ungkapnya penuh penghargaan.
Bupati menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari banyaknya infrastruktur, tetapi dari tingkat kesejahteraan dan kebahagiaan masyarakat.
“Indikator kesejahteraan bukan semata fisik, melainkan bagaimana rakyat merasa cukup, tenang, dan bahagia. Pembangunan sosial sejatinya adalah membangun manusia,” katanya.
Menurutnya, penanganan persoalan sosial harus melibatkan sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat.
“Ketika empati dan semangat gotong royong tumbuh, maka beban sosial akan terasa lebih ringan. Pilar sosial seperti TKSK, PSM, PKH, dan Tagana memiliki peran penting dalam menumbuhkan nilai tersebut,” ujarnya.
Bupati juga berpesan agar para tenaga sosial tetap bersemangat meski dihadapkan pada keterbatasan sarana.
“Jangan merasa kecil hanya karena fasilitas terbatas. Dari keterbatasan justru lahir ketulusan dan cinta terhadap profesi. Bekerjalah dengan hati, karena sebaik-baiknya manusia adalah yang paling bermanfaat bagi sesamanya,” tuturnya.
Peringatan Harlah TKSK ke-16 ditutup dengan penyerahan santunan kepada anak yatim dan dhuafa, sebagai wujud nyata semangat pengabdian sosial yang terus menyala di Kabupaten Kuningan. (****)












