BANDUNG.pesanjabar.com – Kepolisian menyatakan siap mengejar aktor utama di balik kasus penjarahan lahan milik PTPN I Regional 2 yang terjadi di Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung. Pada Sabtu, 29 November, Kapolresta Bandung Kombes Aldi Subartono bersama Bupati Bandung Dadang Supriatna dan Komandan Kodim 0624 Letkol Samto Betah meninjau kondisi Afdeling Cinyiruan, Bagian Kertamanah, Kebun Malabar. Area kebun teh tersebut kini banyak yang rusak akibat dijarah dan dialihfungsikan menjadi lahan sayuran, terutama tanaman kentang.
Aksi penjarahan di Afdeling Cinyiruan kembali terulang menjelang akhir November 2025, dengan perkiraan luas lahan yang terdampak mencapai 124 hingga 140 hektare. Peristiwa serupa sebenarnya telah berlangsung sejak tahun 2024 dan menuai respons dari berbagai pihak, mulai dari PTPN I, masyarakat, hingga Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
Kapolresta Bandung, Aldi Subartono, mengungkapkan bahwa penyidik sudah meminta keterangan dari beberapa orang yang diduga terlibat dalam perusakan dan penyerobotan lahan perkebunan teh tersebut. Ia menegaskan, polisi kini tengah memburu dalang utama yang meng orchestrasi aksi penjarahan tersebut di wilayah Pangalengan.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi untuk ikut menjarah lahan perkebunan, karena tindakan tersebut berpotensi menimbulkan kerugian besar dan berdampak buruk pada lingkungan. Sebagai contoh, ia menyinggung bencana banjir besar yang melanda Sumatra Barat pada 27 November 2025, yang salah satunya dipicu oleh kerusakan lingkungan. (****)






